Untuluntul.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Jambi melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Jambi, Rabu (8/4/2026).
Kunjungan ini bertujuan mempererat hubungan sekaligus memperkuat sinergi antara insan pers dan jajaran pemasyarakatan.
Rombongan PWI Kota Jambi diterima langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjen PAS Jambi, Irwan Rahmat Gumilar. Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan diisi dengan diskusi mengenai peran media dalam mendukung program pemasyarakatan.
Ketua PWI Kota Jambi, Irwansyah, mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga silaturahmi serta memperkuat kerja sama yang telah terjalin.
“Kami mengucapkan terima kasih atas sambutan yang diberikan. Kehadiran kami untuk mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan sinergi antara PWI dan Ditjen Pemasyarakatan,” ujar Irwansyah.
Ia menambahkan, selama ini PWI Kota Jambi telah menjalankan sejumlah program, baik di bidang sosial maupun peningkatan kapasitas jurnalis, seperti lomba karya jurnalistik, lomba foto, dan lomba video.
“Kegiatan tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus sarana meningkatkan kualitas dan profesionalitas jurnalis,” katanya.
Sementara itu, Irwan Rahmat Gumilar menegaskan bahwa media memiliki peran strategis sebagai mitra dalam mendukung program pembinaan di lembaga pemasyarakatan.
“PWI Kota Jambi selama ini menjadi salah satu pihak yang mendukung program kami. Media adalah mitra strategis. Pemberitaan yang objektif dapat mendorong perbaikan dan transparansi,” ujarnya.
Irwan menjelaskan, pemberitaan yang berimbang dan edukatif diperlukan untuk mengubah stigma masyarakat terhadap lembaga pemasyarakatan.
“Lapas bukan hanya tempat menjalani hukuman, tetapi juga tempat pembinaan. Warga binaan memiliki kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik,” jelasnya.
Ia juga menyebutkan berbagai program pembinaan yang telah berjalan di lapas, seperti budidaya perikanan, peternakan, hingga pelatihan keterampilan, termasuk membatik dan kegiatan keagamaan.
Menurut Irwan, informasi terkait kegiatan tersebut perlu diketahui masyarakat luas agar muncul pemahaman yang lebih objektif.
“Media memiliki peran penting menyampaikan kondisi sebenarnya di lapas. Dengan begitu, masyarakat dapat melihat adanya proses pembinaan dan perubahan,” katanya.
Selain itu, Irwan menekankan pentingnya pendekatan kemanusiaan dalam melihat warga binaan, yang menurutnya tidak terlepas dari faktor sosial dan ekonomi.
“Mereka juga bagian dari masyarakat yang membutuhkan kesempatan kedua. Negara hadir melalui sistem pemasyarakatan untuk melakukan pembinaan,” ujarnya.
Di akhir pertemuan, kedua pihak sepakat untuk terus memperkuat komunikasi dan kerja sama guna mendukung pemberitaan yang konstruktif serta meningkatkan pemahaman publik tentang pemasyarakatan. (*)












