Fifi Silviana Bantah Tuduhan Bawa Kabur Dana Tiket SINGPHORIA, Klaim Semua Disalurkan Sesuai Instruksi

Untuluntul – Penyelenggara konser SINGPHORIA SKJ ULTIMATE secara resmi menyampaikan klarifikasi atas penundaan pelaksanaan konser yang semula akan di gelar 5 Desember 2025 dan telah dijadwal ulang menjadi 16 Januari 2026.

Dalam keterangan resminya, manajemen mengungkap bahwa penundaan terjadi akibat permasalahan serius pada pengelolaan keuangan internal yang diduga mengandung unsur tindak pidana penipuan dan/atau penggelapan dana.

Permasalahan tersebut mencuat setelah manajemen menemukan adanya ketidaktransparanan laporan keuangan serta dugaan penyalahgunaan dana oleh oknum berinisial JEH yang bertanggung jawab dalam pengelolaan keuangan kegiatan.

BACA JUGA :  Sebelum Berkendara, Honda Sinsen Ajak Pengendara Pastikan Kondisi Motor

“Berdasarkan hasil audit internal sementara, ditemukan indikasi kuat adanya pengelolaan dana yang tidak sesuai prosedur serta tidak adanya laporan pertanggungjawaban yang transparan,” demikian disampaikan oleh Klara, selaku Project Director & Owner SINGPHORIA.

Namun demikian, tim tiket SINGPHORIA, Fifi Silviana, membantah tudingan bahwa dirinya membawa kabur dana hasil penjualan tiket.

Ia menegaskan bahwa seluruh dana tiket offline telah diserahkan sesuai arahan pihak pengelola keuangan.

“Kalo untuk uang hasil penjualan tiket offline Singphoria Jambi sudah langsung saya serahkan ke saudara Jota dan ada juga kepada saudari Klara.

BACA JUGA :  Terdaftar HKI, Farenza Garden Siap Melaju sebagai Destinasi Unggulan Merangin

Dan mereka suruh saya untuk langsung membayarkan uangnya ke vendor-vendor atau artis atau venue. Bukti-bukti tersebut melalui rekening saya dan ada berita acaranya juga,” tegas Fifi.

Ia juga menyampaikan bahwa dana tersebut telah disalurkan sesuai instruksi, baik kepada pihak pengelola maupun langsung kepada vendor, artis, dan pihak venue, dengan disertai bukti transfer melalui rekening pribadinya serta berita acara serah terima.

BACA JUGA :  Terdaftar HKI, Farenza Garden Siap Melaju sebagai Destinasi Unggulan Merangin

“Kebetulan di sini saya malah dituduh pembeli tiket Jambi, saya lah yang membawa kabur uang mereka dan saya sudah diviralkan,” tambahnya.

Sementara itu, Jota Tonkin selaku pengelola keuangan SINGPHORIA, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, hingga berita ini diturunkan belum memberikan keterangan terkait dugaan penggelapan dana hasil penjualan tiket tersebut.

Manajemen menyatakan proses audit internal masih berlangsung dan tidak menutup kemungkinan akan menempuh langkah hukum guna memastikan kejelasan serta pertanggungjawaban atas pengelolaan dana kegiatan.(*)