Presiden Prabowo Tinjau Pembangunan Huntara untuk Warga Terdampak Banjir Aceh Tamiang

untuluntul.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meninjau langsung kesiapan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Kamis (1/1/2026).

Kunjungan ini menandai fokus pemerintah dalam mempercepat transisi penanganan bencana dari fase tanggap darurat menuju tahap pemulihan.

Dalam peninjauan tersebut, Presiden Prabowo didampingi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), CEO BPI Danantara Rosan Roeslani, Kepala BP BUMN sekaligus COO BPI Danantara Dony Oskaria, serta Gubernur Aceh Muzakir Manaf.

Turut mendampingi Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero) Koentjoro dan Direktur Operasional II Hutama Karya Gunadi.

Rombongan meninjau langsung area huntara beserta fasilitas pendukungnya untuk memastikan hunian transisi tersebut siap digunakan dan memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak bencana.

BACA JUGA :  OJK Tegaskan Hak Gugat Institusional Lewat POJK Nomor 38 Tahun 2025

Presiden Prabowo menegaskan pemerintah memberikan perhatian serius terhadap penanganan bencana dan berkomitmen meringankan beban masyarakat. Ia juga mengapresiasi peran BPI Danantara dalam percepatan pembangunan huntara serta meminta koordinasi lintas lembaga terus diperkuat.

“Saya terima kasih kepada Danantara yang telah melakukan pekerjaan yang saya lihat sangat baik. Membangun hunian dalam waktu singkat merupakan sebuah prestasi. Ke depan, saya minta Danantara berkoordinasi secara intensif dengan BNPB dan pemerintah daerah,” ujar Presiden Prabowo dalam keterangan tertulisnya.

Presiden juga mengapresiasi kolaborasi seluruh pihak yang terlibat dan menekankan pentingnya memastikan layanan dasar masyarakat segera kembali berfungsi, termasuk sekolah dan puskesmas, agar aktivitas warga dapat berangsur normal.

BACA JUGA :  Long Weekend Isra Mi’raj, Volume Kendaraan di JTTS Tembus 120.757 Unit

Pembangunan huntara di Aceh Tamiang merupakan bagian dari program kolaborasi sejumlah BUMN Karya yang dimulai sejak 24 Desember 2025. Hutama Karya berkontribusi dalam pembangunan 198 unit dari total 600 unit huntara yang direncanakan pemerintah. Pembangunan unit lainnya akan terus dilanjutkan sesuai target yang telah ditetapkan.

Kawasan huntara berlokasi di Jalan Banda Aceh–Medan, Kebun Tj. Seumantoh, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang. Hunian sementara tersebut disiapkan sebagai tempat tinggal transisi dan disebut telah memenuhi standar minimum huntara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Selain unit hunian, kawasan huntara juga dilengkapi fasilitas pendukung, seperti sanitasi dan toilet, dapur umum, ketersediaan air bersih, konektivitas internet, musala, serta prasarana akses internal. Fasilitas ini disiapkan untuk menunjang aktivitas harian warga selama masa pemulihan.

BACA JUGA :  Gandeng Menaker Yassierli, IJTI Siapkan Jurnalis Mandiri dan Kompeten di Era Digital

Direktur Utama Hutama Karya Koentjoro menyatakan bahwa pihaknya siap berkontribusi dalam upaya pemulihan pascabencana melalui sinergi lintas pihak.

“Kami optimistis, dengan semangat kolaborasi dan dukungan seluruh sumber daya yang dimiliki, huntara ini dapat memberikan hunian yang layak dan membantu warga terdampak memulai kembali kehidupan mereka,” kata Koentjoro.

Kehadiran Presiden Prabowo dalam peninjauan tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antarpemangku kepentingan agar pembangunan huntara berjalan tepat waktu dan segera dimanfaatkan masyarakat terdampak. (*/)